Milagros

Produk

Bisnis

Foto

Video

Kaharti Property

Cara Mudah Membeli Rumah, Walaupun Gaji Minim


Pasangan Muda Bisa Beli Rumah Minimalis, Meski Gaji 5 Juta Rupiah per bulan. Walaupun karyawan biasa. Kuncinya, telaten dan disiplin mengatur uang.

Pada dasarnya, setiap orang bisa membeli rumah. Rumah sendiri, walaupun sederhana, lebih enak dan nyaman ketimmbang rumah bagus tapi masih sewa. Apalagi bagi pasangan muda yang baru saja menikah, baru saja menempuh hidup baru, rasanya kurang pas apabila masih tinggal bersama orang tua atau pondok indah mertua. Tidak perlu mewah dan megah seperti istana. Rumah biasa dengan desain yang unik itu lebih baik daripada tidak mempunyai rumah.

Sebenarnya, rumah minimalis bukanlah rumah yang dibuat dengan konsep sederhana. Konsep minimalis menjadi tren saat ini. Desain rumah minimalis memerlukan biaya yang cukup lumayan, terutama saat finishing.

Setiap orang berhak mempunyai rumah minimalis. Setiap orang bisa beli rumah minimalis, walaupun dengan penghasilan yang tidak terlalu besar, walaupun dengan gaji di bawah 5 juta rupiah per bulan.

Saya sangat tidak setuju ya, dengan perumahan yang mendikotomi antara calon pembeli yang berpenghasilan tetap, gaji besar, status PNS, dengan calon pembeli yang penghasilannya di bawah standar. Yang penting itu, NIAT. Memang niat saja tidak cukup, tapi jika tidak diawali dengan niat dan keseriusan rasanya seorang pengusaha pun tidak bisa membeli rumah, termasuk rumah minimalis. Yang saya maksud 'membeli' ya. Bukan kredit. Atau KPR.

Bagi Anda yang penghasilannya di bawah jumlah minimal, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk bisa memiliki rumah minimalis.

Anggap saja penghasilan Anda saat ini 5 juta rupiah per bulan. Apa yang anda akan lakukan dengan uang 5 juta tersebut agar bisa memiliki rumah? Bukan KPR ya.

Tentu, pengelolaan keuangan yang baik adalah kuncinya.

Kita atur keuangan kita sedemikian rupa agar impian kita terwujud. Agar rumah idaman kita terwujud.

Pengelolaan Keuangan 5 Juta Rupiah per Bulan

Ada cara unik dan sederhana dalam mengatur uang. Intinya adalah kesampingkan dulu keinginan konsumtif daripada kebutuhan produktif. Untuk menjadi kaya, tidak perlu konsumtif. Tidak perlu banyak gaya. Gaya itu berbanding lurus dengan tekanan. Artinya, orang yang hidupnya banyak gaya, pasti banyak tekanan, alias beban atau kewajiban.

Berikut ini adalah cara mengelola keuangan yang baik. Urutkan.

1. Sedekah, infak, sumbangan, donasi atau apapun istilahnya - sebesar 10%.
2. Utang - maksimal 30%
3. Saving alis menabung sebesar 20%
4. Kebutuhan Hidup - sisanya alias 40%

Yang terpenting adalah urutannya tidak boleh diubah. Kalau urutannya dibalik atau terbalik, bisa-bisa tidak bisa menabung, tidak bisa bayar utang, tidak bisa sedekah. Karena apa? Uang itu sifatnya panas dan cepat habis.

Kalau saya ilustrasikan...

Arman mempunyai gaji 5.000.000 per bulan. Maka:
1. Sedekah: 500.000
2. Utang : 1.500.000
3. Menabung: 1.500.000
4. Kebutuhan Hidup: 1.500.000

Apakah kebutuhan hidup cukup dengan angka 1.500.000? Saya bilang pasti cukup. Yang namanya kebutuhan hidup, ya sisanya saja. Sisa setelah sedekah, setelah bayar utang, setelah menabung.

Lalu kapan kita Arman bisa membeli rumah minimalis?
Mari kita hitung!
Anggap saja harga rumah minimalis itu 200.000.000 rupiah.
Menabung: 1.500.000 per bulan.
200.000.000 / 1.500.000 = 133 bulan. 133 bulan / 12 = 11,1 Tahun. Kita bulatkan saja menjadi 11 tahun. Waaaah ternyata lama juga ya, 11 Tahun gitu lho.

Itu secara terukur. Kenyataannya bisa lebih cepat. Darimana kok bisa lebih cepat? Dari sedekah.

Anggap saja harga rumah minimalis itu 200.000.000 rupiah. Kita tahu bahwa sedekah bisa mendatangkan banyak rezeki, termasuk uang. Termasuk naik gaji. 1 dibayar 10. Dari 200.000.000, kita sedekah saja 10%. Berapa? 20.000.000 toh.

Jadi, bagaimana? Perbesar sedekahnya!
Alokasi tabungan yang awalnya 1.500.000 kita satukan dengan alokasi sedekah.
Sehingga, 1.500.000 (tabungan) + 500.000 (sedekah) = 2.000.000 (sedekah)
So, setiap bulan Arman bisa bersedekah sebesar 2.000.000 rupiah.

Jadi, untuk mencapai angka 20.000.000 (10% dari harga rumah), Arman hanya butuh waktu 10 bulan saja. 10 bulan x 2.000.000 = 20.000.000

Belum paham? Silahkan ulangi lagi dan baca perlahan.

So, beli rumah minimalis ternyata bisa walaupun dengan gaji 5 juta rupiah per bulan. Kuncinya adalah dengan sedekah!


Milagros

Produk

Info Sehat